Produk unggulan lainnya, yakni tabungan emas (gold saving/TE), memiliki saldo emas mencapai 15,75 ton atau senilai Rp 35,04 triliun. Program ini telah digunakan oleh lebih dari 4,49 juta nasabah dengan total 4,54 juta rekening. Sehingga, total ekosistem emas yang berada di bawah pengelolaan Pegadaian, termasuk agunan gadai emas, mencapai 129 ton.
Damar menuturkan pada 2025 ini perusahaan akan selalu berfokus untuk membangun fondasi penyediaan layanan gold card di dalam ekosistem Exchange Traded Fun (ETF). Perusahaan juga menyiapkan berbagai langkah dari sisi investasi dan kesiapan operasional.
Damar menuturkan apabila izin ETF telah diperoleh, peluncuran layanan tersebut ditargetkan dapat dimulai pada tahun yang sama.
“Dengan demikian, diharapkan pada tahun 2027 nanti kami sudah bisa melakukan ekspansi dan beroperasi secara efektif. Artinya pada tahun 2028 kami menargetkan dapat mencapai kepentingan nasional dalam hal penguatan pasar emas,” tutupnya. (Sofian)
