Niken menyampaikan, momentum HUT ke-26 DWP merupakan saat yang tepat untuk memperkuat kembali semangat organisasi dalam menghadapi dinamika zaman. Kemajuan teknologi dan tuntutan kerja sering kali membuat ASN lupa pada ruang-ruang sosial. Padahal, kata dia, kekuatan seorang ASN terletak pada keluarga yang kokoh.
Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai Asta Brata sebagai pedoman kepemimpinan, khususnya bagi para praja IPDN, baik selama masa pendidikan maupun ketika telah menjadi pamong praja. Nilai-nilai tersebut mencakup keteladanan seperti matahari, kelembutan seperti bulan, adaptif seperti angin, keberanian seperti api, hingga kebermanfaatan seperti hujan yang menyejukkan.
“Tetaplah rendah hati dalam proses belajar, hargai aturan dan nilai-nilai peraturan kehidupan praja, sehingga kelak mampu menjelma sebagai aparatur yang membumi, melayani dengan hati, dan memperkuat kohesi sosial yang tinggi,” terangnya.
Menurut Niken, era digitalisasi membawa tantangan besar sekaligus peluang penting. Ia meyakini para praja merupakan generasi pamong praja yang cerdas, tangguh, beretika, dan siap menghadapi transformasi digital yang terus berkembang. Digitalisasi, kata dia, bukan hanya soal teknologi, tetapi juga pola pikir. Dengan menginternalisasi nilai-nilai Asta Brata, para praja diharapkan tidak hanya menjadi ASN yang mahir teknologi, tetapi juga memiliki keteguhan moral, empati, dan karakter kepemimpinan yang luhur.
