Otoritas Hong Kong telah menahan 14 orang, termasuk kontraktor utama, sub-kontraktor, dan konsultan teknis, terkait insiden kebakaran besar tersebut.
Penyelidik menduga penggunaan perancah bambu dan lembaran plastik penutup jendela secara signifikan mempercepat penyebaran api, yang melalap beberapa lantai dalam hitungan menit.
Angka kematian diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan proses pencarian dan identifikasi korban yang masih berlangsung.
KJRI Hong Kong telah membentuk tim khusus untuk membantu keluarga WNI, termasuk proses pemulangan jenazah. Menurut juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, beberapa jenazah WNI telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya kemungkinan memerlukan pencocokan DNA.
Karena proses identifikasi masih berjalan dan koordinasi dengan otoritas Hong Kong terus dilakukan, Yvonne menyebut belum dapat memastikan kapan seluruh jenazah dapat dibawa pulang ke Indonesia. (far)
