Selain melalui jaringan agen, BRI tetap mempertahankan layanan tatap muka melalui 7.405 unit kantor yang tersebar di seluruh Indonesia per September 2025. Jaringan kantor ini berfungsi sebagai backbone layanan langsung, terutama untuk kebutuhan yang memerlukan pendampingan lebih komprehensif.
Untuk melengkapi layanan tersebut, BRI juga meningkatkan akses transaksi melalui pengembangan infrastruktur digital. Hingga September 2025, total E-Channel BRI mencapai lebih dari 687 ribu unit, yang mencakup jaringan ATM, CRM, serta merchant. Porsi transaksi digital banking juga telah mencapai 99,4% dari total transaksi BRI, menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan layanan digital yang tersedia secara 24/7 di berbagai wilayah Indonesia.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa keandalan sistem transaksi menjadi salah satu prioritas utama BRI. Perusahaan berupaya memastikan seluruh kanal layanan berjalan optimal agar kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.
Berbagai penguatan layanan, baik melalui jaringan fisik maupun kanal digital, merupakan upaya BRI untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat mengakses layanan keuangan secara mudah. Pemerataan jaringan hingga tingkat desa membuat transaksi lebih efisien, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih cepat dan biaya transaksi masyarakat dapat ditekan.
