“Akses jalur darat yang terputus total menjadi kendala terbesar. Banyak warga di kawasan pedalaman yang tidak tahu di mana harus mencari atau melapor, bahkan untuk mencapai lokasi pun sulit,” ujar seorang relawan kemanusiaan di Aceh Utara.
Di tengah keterbatasan tersebut, keputusan untuk memakamkan jenazah tanpa identitas secara massal diambil sebagai langkah kemanusiaan dan keagamaan. Meski demikian, pihak berwenang memastikan seluruh jenazah dikebumikan secara layak serta dilengkapi pendataan fisik dan lokasi makam guna memungkinkan identifikasi lanjutan apabila keluarga korban melapor di kemudian hari.
Sebelumnya, Polres Lhokseumawe dan instansi terkait telah mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tertentu untuk datang ke posko atau fasilitas kesehatan terdekat. Namun imbauan ini sulit menjangkau warga yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Peristiwa penguburan massal ini menjadi pengingat betapa parahnya krisis yang terjadi di Aceh Utara. Pemerintah daerah bersama tim gabungan kini terus berupaya memulihkan akses transportasi dan komunikasi untuk mempercepat proses penanganan korban serta distribusi bantuan bagi warga terdampak.(Vinolla)
