Pengembangan sport tourism, lanjutnya, Indonesia tidak kalah dengan negara lainnya, Indonesia telah punya modal besar dimana telah memiliki banyak fasilitas olahraga ikonik yang tersebar dipelosok negeri.
“Tantangannya adalah mengemasnya menjadi daya tarik wisata berkualitas sepanjang tahun. Dari banyak cabor, sepak bola adalah yang paling potensial, tentu Pak Erick paham sekali akan hal ini. Di Indonesia melalui Stadion GBLA Bandung sedang dikembangkan menjadi destinasi sport tourism kelas dunia,” paparnya lagi.
Indonesia memiliki peluang besar menjadikan sport tourism sebagai mesin ekonomi baru. Untuk mewujudkan potensi ini, Menpar mengajak pemerintah pusat dan daerah bersama-sama menyusun roadmaps sport tourism dan pembangunan destinasi yang terintegrasi federasi dan klub olahraga.
“Sektor swasta, investor dan komunitas harus terus digandeng sebagai mitra strategis memperkuat ekosistem sport tourism. Mari kita bersama-sama bangun masa depan sport tourism Indonesia yang membanggakan dan memberi manfaat ekonomi di tengah masyarakat,” pungkasnya. (bam)
