Kepercayaan klien tersebut juga diperkuat melalui penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam setiap proyek. BIM memungkinkan desain dan perhitungan biaya disusun secara terintegrasi sekaligus divisualisasikan secara real-time. Klien tidak hanya menerima gambar teknis, tetapi juga dapat melihat bentuk bangunan secara langsung dalam model tiga dimensi yang mudah dipahami.
“Bagi klien yang tidak terbiasa membaca gambar teknis, BIM sangat membantu. Desain dapat divisualisasikan secara langsung melalui aplikasi, sehingga klien dapat memahami ruang, bentuk, dan proporsi bangunan dengan lebih jelas dan tanpa kebingungan,” lanjut Dirut PT Asasta Nusantara Grup Dinda Syafryn Aurellina S.Ars, M.T.
Pendekatan design & build yang terintegrasi ini juga memudahkan klien yang sebelumnya kesulitan mencari kontraktor yang mampu menerjemahkan desain ke tahap pembangunan secara konsisten. Dengan satu sistem kerja yang terstruktur, klien dapat melanjutkan proyek dari tahap desain hingga konstruksi tanpa harus berpindah penyedia jasa.
