Pengelola wisata Guci, Jam Zami, menyatakan bahwa banjir datang secara tiba-tiba sehingga tidak ada waktu untuk menyelamatkan fasilitas.
“Air datang mendadak dan sangat deras. Kolam, pipa, dan jalur wisata langsung rusak. Banyak material terbawa arus,” ujarnya.
BPBD memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, dan seluruh pengunjung berhasil dievakuasi sesaat setelah banjir terjadi.
“Saat ini tidak ada laporan korban meninggal maupun luka, namun kerusakan infrastruktur cukup berat,” tambah Bergas.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola bersama BPBD dan aparat setempat menutup sementara kawasan Pancuran 13 dan sejumlah titik wisata di Guci hingga kondisi dinyatakan aman. Garis pembatas dan rambu peringatan telah dipasang untuk mencegah wisatawan mendekati area terdampak.
BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Gung, mulai dari wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantai Utara (Pantura), agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi di wilayah Jawa Tengah.
