Sekitar 300 meter dari pintu masuk PT SRM, petugas menemukan empat WNA yang tengah menerbangkan drone. Namun, situasi mendadak memanas ketika sebelas WNA lainnya tiba di lokasi dan langsung melakukan penyerangan.
“Mereka membawa empat bilah senjata tajam, airsoft gun, serta alat setrum, lalu menyerang anggota kami dan anggota TNI,” kata Imran.
Karena kalah jumlah dan untuk menghindari bentrokan lebih besar, petugas pengamanan dan anggota TNI akhirnya mundur ke dalam area perusahaan. Dalam aksi tersebut, satu unit mobil dan satu sepeda motor milik PT SRM dirusak hingga mengalami kerusakan parah.
Pihak perusahaan telah mengamankan satu bilah senjata tajam sebagai barang bukti dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tumbang Titi.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan pihak kepolisian masih melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menindaklanjuti pendataan para WNA yang diduga terlibat.
“Saat ini kami masih melakukan proses klarifikasi dengan pihak-pihak terkait serta berkoordinasi dengan Imigrasi,” ujar Harris, Senin (15/12/2025).
