IPOL.ID- Empat gajah terlatih milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mulai Senin (8/12/2025), dikerahkan untuk membantu membersihkan puing-puing pascabanjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, setelah material kayu dan lumpur menumpuk di permukiman warga dan sulit dijangkau alat berat.
Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, mengatakan empat gajah yang diturunkan berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Sare dan masing-masing bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni. Para gajah ini mulai bekerja pada Senin (8/12) di pemukiman warga Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua.
“Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor. Mereka kita kerahkan untuk membersihkan puing-puing kayu di lokasi yang tidak bisa dijangkau alat berat,” ujar Hadi, dikutip Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, selain menyingkirkan kayu dan material yang tersangkut di permukiman, gajah juga digunakan untuk membuka akses jalan yang tertimbun lumpur serta membantu proses evakuasi jika masih ditemukan korban di lokasi terdampak. Gajah-gajah ini memiliki rekam jejak panjang sebagai hewan operasi penyelamatan, bahkan pernah dilibatkan dalam penanganan puing saat tsunami Aceh 2004.
