Pembersihan puing hari pertama dipusatkan di Gampong Meunasah Bie, salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang. Polres Pidie Jaya menyatakan kehadiran gajah tersebut sangat membantu mempercepat proses normalisasi kawasan.
Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, menyampaikan bahwa gajah langsung dikerahkan untuk menarik kayu berukuran besar serta material berat lainnya yang menumpuk di pemukiman. “Empat gajah yang kita datangkan bersama BKSDA Aceh hari ini sudah berada di lokasi,” ungkapnya.
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menambahkan bahwa kehadiran gajah tidak hanya untuk membantu pembersihan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pemulihan psikologis anak-anak.
“Gajah-gajah ini kita hadirkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing. Kehadiran mereka dapat menghadirkan suasana ceria dan mengurangi ketegangan anak-anak korban banjir,” ujarnya.
Selain membersihkan puing, gajah juga siap digunakan untuk mengantar logistik ke titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan. BKSDA Aceh dijadwalkan bertugas selama tujuh hari, mulai 8 hingga 14 Desember 2025.
