Sejak hari pertama hingga kini, lanjut Abdul, penanganan darurat yang diperkuat oleh mobilisasi relawan menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi jumlah lembaga kemanusiaan yang terlibat maupun peningkatan tenaga relawan di lapangan.
Hasil monitoring dan evaluasi kinerja relawan skala nasional dalam 24 jam terakhir mencatat adanya lonjakan signifikan. Pada 5 Desember 2025, tercatat 9.277 relawan dari 205 organisasi sudah berada di lapangan.
Kemudian pada 6 Desember 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi 9.558 relawan dari 226 organisasi bertambah 10,24 persen atau 21 organisasi. Sementara jumlah personel naik 3,03 persen, dari 9.277 menjadi 9.558 relawan.
Secara keseluruhan, perkembangan ini menunjukkan respons kemanusiaan yang semakin terstruktur dan meluas. Mobilisasi yang adaptif membantu menjawab kebutuhan yang kian meningkat seiring memburuknya situasi banjir dan longsor di Sumatra.
“Tren kenaikan ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas intervensi serta mempercepat pemenuhan kebutuhan para penyintas di masa tanggap darurat,” tutup Abdul. (Joesvicar Iqbal)
