IPOL.ID – Fenomena buzzer (pendengung) di ruang digital dinilai semakin melebar dan berubah menjadi industri besar yang terorganisir. Pola pergerakan buzzer sudah jauh berkembang dari aktivitas perseorangan menjadi operasi digital yang dijalankan oleh biro komunikasi atau agensi tertentu.
“Kami melihat bahwa fenomena buzzer di Indonesia ini telah berevolusi dari yang dulunya aktivitas individual, terus menjadi industri yang terorganisir dan seringkali dioperasikan oleh biro-biro komunikasi atau suatu agensi,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta dalam rapat kerja bersama Kemkomdigi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/12).
Ia menyebut serangan terhadap lembaga legislatif kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terlihat dari kemunculan berbagai tagar dan kampanye daring yang menyasar DPR. Menurutnya, banyak dari serangan tersebut didorong oleh akun robot serta jaringan buzzer.
Karena itu, ia menilai perlunya penegakan hukum yang dilakukan secara bersama lintas lembaga untuk mengungkap pihak yang mengendalikan aktivitas tersebut.
