“Musibah bukan kutukan. Solusinya bukan keputusasaan, tetapi kembali kepada Allah. Kesabaran adalah kualitas iman tertinggi. Dengan sabar, ujian menjadi jalan kenaikan derajat,” tegasnya.
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang kemuliaan orang-orang yang wafat atau diuji dalam kondisi tertentu, termasuk mereka yang meninggal akibat musibah. Hal ini, menurut Menag, menunjukkan besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
“Jika manusia mengetahui hikmah di balik musibah, niscaya ia akan mensyukuri musibah itu sendiri. Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang buruk kepada hamba yang dicintai-Nya,” lanjutnya.
Menag juga menekankan pentingnya ikhtiar spiritual dalam menghadapi bencana. Salah satunya dengan memperbanyak shalat dan sujud sebagai bentuk kepasrahan total kepada Allah.
“Semua persoalan dapat diselesaikan dengan sujud. Jangan memikul beban sendirian, serahkan kepada Allah. Insha Allah, musibah ini akan diringankan,” ucapnya.
Di akhir sambutan, Menag memberikan motivasi kepada para santri agar tetap semangat menuntut ilmu meski berada dalam kondisi sulit.
