Meski skor akhir terlihat mencolok, Janice menegaskan pertandingan di lapangan berlangsung lebih ketat dibandingkan yang tercermin di papan skor.
“Secara skor memang 6–2, 6–1, tetapi pertandingan sebenarnya jauh lebih ketat. Kami sudah memahami kelebihan dan kelemahan lawan, terlebih sebelumnya juga sempat bertemu di nomor beregu, sehingga kami bisa mengantisipasi permainan mereka,” jelasnya.
Di sisi lain, Aldila menyebut permainan yang disuguhkannya bersama Janice hari ini jauh lebih baik dibanding pada babak beregu. Permainan solid dan keberanian tampil agresif, terutama pada poin-poin krusial, menjadi kunci kemenangan di partai final.
“Permainan kami hari ini lebih baik dibandingkan saat beregu. Kami bermain solid di poin-poin penting dan tetap agresif meskipun sudah unggul. Ini juga menjadi bagian dari perkembangan sektor putri tenis Indonesia secara keseluruhan,” kata Aldila.
Dua medali emas yang dipersembahkan Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen menjadi kontribusi signifikan bagi Tim Indonesia dalam mengamankan target perolehan medali SEA Games 2025, sekaligus menegaskan konsistensi prestasi tenis Indonesia di level Asia Tenggara. Total, tenis Tim Indonesia membawa pulang tiga medali emas dan lima perunggu.
