IPOL.ID – Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno angkat bicara terkait bencana alam yang menimpa masyarakat Sumatera khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyatakan prihatin dan tegaskan pentingnya disiplin ekologis nasional serta menyerukan penyelamatan hutan dan rakyat.
“Pemangku kepentingan agar mengelola hutan dengan bijak. Bencana yang terus berulang menjadi pengingat bahwa tata kelola lingkungan harus menjadi prioritas lintas sektor, ” ujar Erman kepada ipol.id Kamis (4/12/2025) di Jakarta.
Dikatakan, selama dirinya menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2005-2009, ia menetapkan bahwa pembukaan lahan untuk program transmigrasi harus mengikuti kajian lingkungan yang ketat, disiplin terhadap tata ruang, serta pemanfaatan hutan yang sesuai alokasinya. Prinsip bahwa hutan merupakan aset negara yang harus diperlakukan dengan bijak dan bertanggung jawab selalu menjadi pedoman utama.
Erman menyerukan agar menteri-menteri di pemerintah pusat harus lebih profesional dan menguasai bidangnya. Di pihak lain, pemerintah daerah juga harus bersinergi penuh dengan kebijakan pusat sebagai pemegang hak kuasa pengelolaan hutan. “Setiap pemanfaatan ruang, baik untuk industri, permukiman, maupun kegiatan ekonomi lainnya, tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan maupun batas ekologis yang telah ditetapkan,” ujarnya.
