Perayaan satu dekade ini digelar di Kota Bogor dengan melibatkan masyarakat, relawan, komunitas, pemerintah, dan NGO melalui serangkaian kegiatan seperti green fun walk, workshop barang upcycle, hingga kelas pembelajaran lingkungan terbuka untuk publik. Momentum ini menjadi pengingat bahwa aksi peduli bumi dapat dilakukan dengan cara sederhana, namun hasilnya dapat terus bergulir dan dampak yang luas kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah yang melihat Sharp Greenerator sebagai mitra kolaboratif dalam upaya menjaga lingkungan. “Upaya Sharp Greenerator membawa pesan penting bahwa lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan anak muda seperti ini memperkuat program pemerintah dalam mewujudkan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kami berharap gerakan ini terus berkembang,”
kata Denni Wismanto, S.E., M.M., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor.
Dalam pelaksanaannya, Sharp Greenerator bekerja bersama banyak NGO dan fasilitator yang membantu kegiatan monitoring, konservasi alam, dan edukasi public, seperti Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Coaction Indonesia, Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi), serta Transformasi Hijau (Trashi) . Kolaborasi lintas pihak ini menjadi salah satu kunci keberhasilan gerakan selama satu dekade. “Sharp Greenerator bukan hanya program CSR, namun ruang berkarya yang memberi pengalaman lapangan bagi generasi muda. Kami melihat peserta yang dulunya hanya belajar kini memimpin aksi lingkungan. Itu bukti nyata pemberdayaan,” ungkap Melani Kurnia, perwakilan NGO yang menjadi fasilitator Sharp Greenerator sejak awal pendirian.
