(2) Muktamar Luar Biasa dapat diselenggarakan atas usulan sekurang-kurangnya 50% (lima puluh persen) plus satu dari jumlah wilayah dan cabang. Baca Juga Kronologi Persoalan di PBNU
(3) Muktamar Luar Biasa dipimpin dan diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
(4) Ketentuan tentang peserta dan keabsahan Muktamar Luar Biasa merujuk kepada ketentuan Muktamar.
Yahya juga menjelaskan rapat harian syuriyah hanya berwenang membicarakan hal-hal kesyuriyahan atau kelembagaan syuriyah dan tidak boleh memecat siapa pun di semua tingkatan.
“Memberhentikan fungsionaris selain mandataris bisa diberhentikan lewat pleno. Mandataris hanya bisa diberhentikan melalui Muktamar,” ujarnya.
Karenanya, keputusan rapat harian syuriyah yang dinilai melampaui wewenangnya itu tidak bisa diterima.
Merujuk ART Pasal 93, tidak terdapat klausul mengenai pemberhentian pengurus.
Berikut lampiran ART pasal 93:
(1) Rapat Harian Syuriyah dihadiri oleh Pengurus Harian Syuriyah dan dapat mengikutsertakan Mustasyar.
(2) Rapat Harian Syuriyah diadakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali. Baca Juga Kronologi Persoalan di PBNU

