IPOL.ID – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah mempercepat riset, pengembangan, dan penggunaan teknologi mRNA sebagai bagian penting dari transformasi kesehatan nasional. Pesan ini disampaikan dalam acara “mRNA Innovation to Implementation: Integrating Science, Regulation and Global Collaboration” di Jakarta.
Menkes menekankan pentingnya memperkuat seluruh ekosistem riset, mulai dari laboratorium, proses uji klinis, hingga regulasi agar Indonesia mampu bersaing sebagai pusat riset global.
“Kita harus mempercepat seluruh proses riset, termasuk ethical approval dan uji klinis. Jika Korea Selatan bisa empat minggu, kita targetkan dua minggu. Kita ingin jadi negara yang kompetitif dan menarik bagi sponsor uji klinis dunia,” ujar Budi, mengutip Kamis (4/12/2025).
Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menarik hingga 200 sponsor uji klinis per tahun, dengan potensi pemasukan lebih dari USD1,5 miliar. Saat ini, berbagai uji klinis inovatif sedang dipersiapkan di Indonesia, mulai dari kandidat vaksin baru, terapi penyakit kronis seperti TB, produk biologis berteknologi tinggi seperti GLP-1 untuk obesitas dan diabetes, hingga terapi injeksi jangka panjang untuk penyakit infeksi.
