Menkes menegaskan tiga fokus utama pengembangan teknologi kesehatan masa depan: bioteknologi kesehatan (termasuk mRNA), kecerdasan artifisial untuk layanan kesehatan, dan robotika medis.
“Bioteknologi bergerak cepat, AI kita sudah menghasilkan prototype yang siap dikomersialisasi, dan robotika sedang memperkuat ekosistemnya. Ini fondasi pelayanan kesehatan masa depan Indonesia,” lanjutnya.
Platform teknologi mRNA menjadi perhatian khusus karena terbukti mempercepat respons pandemi dan kini didorong penggunaannya untuk penyakit infeksi, kanker, dan inovasi berbasis nanoteknologi. Menkes mengapresiasi Bio Farma serta mitra global seperti GAVI dan CEPI yang telah menghadirkan platform mesin mRNA ke Indonesia.
“Mesin ini sudah di Indonesia. Gunakan untuk riset. Gunakan untuk akademisi, perusahaan, dan lembaga riset. Jadikan ini rumah bersama untuk mendorong lompatan teknologi kesehatan Indonesia,” tegas Budi.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Dr. Rizka Andalusia, menekankan bahwa teknologi mRNA adalah fondasi penting kemandirian kesehatan. Ia memastikan akses teknologi harus inklusif dan dapat digunakan oleh seluruh ekosistem penelitian nasional.
