Novia sempat mencoba kembali ke lantai lima. Kuat dugaan, korban meninggal bukan karena luka bakar, melainkan karena kehabisan oksigen akibat kepungan asap tebal yang menyelimuti seluruh area ruko.
“Jadi balik lagi ke lantai lima. Mungkin dari asapnya ya, oksigennya habis. Itu yang bikin dia tidak tertolong,” kata Prasetyo.
Tragedi ini menelan korban jiwa yang sangat banyak. Hingga pukul 17.00 WIB, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengonfirmasi korban tewas bertambah menjadi 22 orang, terdiri dari tujuh laki-laki dan 15 perempuan.
Mengenai penyebab kebakaran, polisi menduga api berasal dari baterai drone mainan yang terbakar di lantai satu ruko sekitar pukul 12.30 WIB. Upaya pemadaman sempat dilakukan karyawan, namun api cepat membesar karena lantai tersebut juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan. (far)
