IPOL.ID – Kepolisian Australia mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat insiden penembakan massal di perayaan hari raya Yahudi di Pantai Bondi, Sydney, Minggu (14/12) telah meningkat menjadi 16 orang.
Pihak berwenang menetapkan insiden tersebut sebagai serangan teroris yang menargetkan komunitas Yahudi.
Dalam pernyataan resmi melalui media sosial pada Senin pagi (15/12), kepolisian New South Wales (NSW) melaporkan, selain 16 korban jiwa, 40 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Insiden ini tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan di Australia sejak pembantaian Port Arthur di Tasmania pada tahun 1996.
Salah satu pelaku yang tewas di tempat pada hari Minggu termasuk dalam total angka kematian tersebut.
Pihak berwenang mengidentifikasi kedua pelaku penembakan sebagai Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24). Pasca-insiden, aparat kepolisian segera melakukan penggerebekan di kediaman keluarga tersebut di pinggiran kota Sydney, Bonnyrigg.
Menurut keterangan polisi, enam senjata api yang digunakan dalam serangan itu terdaftar dan dimiliki secara legal oleh pelaku yang lebih tua, Sajid Akram, yang juga tewas ditembak oleh aparat di lokasi kejadian.
