Insiden berdarah ini terjadi saat acara tahunan “Hanukkah by the Sea” yang dihadiri oleh lebih dari seribu orang. Layanan darurat menerima laporan pertama mengenai penembakan pada pukul 18.47 waktu setempat.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengutuk keras serangan tersebut. Pihak kepolisian telah menyatakan insiden ini sebagai “insiden teroris” setelah menemukan dugaan “perangkat peledak improvisasi” di sebuah kendaraan yang terkait dengan pelaku yang meninggal, diparkir di dekat pantai.
“Ini adalah serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari kegembiraan, perayaan iman, sebuah tindakan kejahatan, antisemitisme, terorisme yang telah menghantam jantung bangsa kita,” tegas Albanese, dilansir Channel News Asia.
“Serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia.”
memberikan apresiasi kepada warga sipil yang membantu melumpuhkan salah satu pelaku. Ia menyebut mereka sebagai “pahlawan”, termasuk seorang pria yang berhasil menghadang dan merebut senjata dari tangan penembak.

