“Selama menjadi binaan, saya mendapatkan berbagai pelatihan usaha, pendampingan pengembangan produk dan branding, kurasi produk, serta kesempatan mengikuti bazar dan pameran. Dalam operasional sehari-hari, saya menggunakan layanan BRImo dan QRIS BRI, yang sangat membantu mempermudah transaksi, terutama saat mengikuti bazar dan penjualan langsung. Layanan digital BRI membuat pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih praktis dan efisien,” ungkapnya.
La Suntu Tastio kini mempekerjakan sepuluh orang dan terus memperluas jangkauan pasarnya secara nasional. Kekuatan produknya tidak hanya terletak pada desain dan fungsi, tetapi juga pada nilai budaya yang dibawa dari setiap helai tenun yang digunakan. Perkembangan usaha ini tidak lepas dari pemberdayaan BRI melalui Rumah BUMN, yang tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan transformasi usaha.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa keberhasilan La Suntu Tastio mencerminkan hasil nyata dari pemberdayaan UMKM yang dijalankan BRI secara konsisten dan berdasarkan kebutuhan pelaku usaha.
