“Saya tinggal sama Pamor aja, yang lain udah punya kehidupan masing-masing setelah berkeluarga, udah punya kesibukan dan kebutuhannya sendiri,” ucap Bu Enung lirih.
Pamor bekerja sebagai buruh serabutan harian, mencari informasi pekerjaan dari teman-temannya ikut bekerja proyek dimanapun asalkan itu halal dijalaninya. Mulai dari Pembangunan Gudang, bank keliling, pengemasan sampai kurir paket pernah dijalani Pamor asalkan penghasilannya halal.
Terakhir, ia sedang mengerjakan pembangunan gudang paket di daerah Purwakarta. Meski tidak bergaji tetap, Pamor menyadari selalu ada risiko yang mengintainya selama dia bekerja, besar atau kecil pendapatan yang diperoleh Pamor selalu ia syukuri dan tak pernah lupa membawa pulang uang untuk memenuhi kebutuhannya dan ibunya.
Namun nasib berkata lain. Hari itu, selepas lembur hingga dinihari sebelum pulang kerumah Pamor ingin menyempatkan membeli sarapan untuk ibunya. Pamor mengalami kecelakaan Tunggal dimana dia menabrak mobil yang sedang terparkir dipinggir jalan, diduga karena mengantuk dan kelelahan. Pamor dilarikan ke rumah sakit Bayu Asih dalam kondisi tidak sadarkan diri.

