Petaka terjadi di menit ke-29. Upaya tembakan dari luar kotak penalti oleh Min Maw Oo bersarang ke gawang Daffa Fasya, mengubah skor menjadi 0-1 untuk Myanmar.
Tertinggal satu gol memaksa Indonesia meningkatkan intensitas serangan. Setelah serangkaian upaya yang digagalkan, kebuntuan akhirnya terpecahkan jelang turun minum. Pada menit ke-45, Toni Firmansyah berhasil memanfaatkan kesalahan kiper lawan yang tidak sempurna menangkap bola, membuat skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, Garuda Muda tampil lebih agresif. Namun, pertahanan rapat Myanmar tetap sulit ditembus, sementara lawan mengandalkan serangan balik cepat.
Indonesia menyia-nyiakan peluang emas di menit ke-54 ketika tendangan Mauro Zijlstra melambung dalam situasi kemelut di mulut gawang.
Dua menit berselang, giliran Myanmar yang hampir unggul melalui skema serangan balik yang gagal dimanfaatkan oleh Zaw Win Thein.
Indonesia terus mengepung. Tembakan Ivar Jenner di menit ke-70 dapat ditepis kiper Hein Htet Soe. Saking terdesaknya, Myanmar bahkan hampir menciptakan gol bunuh diri karena upaya membuang bola sempat mengenai mistar gawang.
