Lebih menyakitkan lagi, ketika ia mencoba meminta arahan sebelum memutuskan kembali ke Indonesia.
“Saya sudah telepon sekjen, WA ketua NOC… saya jelaskan semua kondisi. Dijawab: ‘Tidak usah pulang, Mbak Rosi.’ Tapi setelah saya pulang, mereka susah sekali dihubungi.” imbuhnya.
Rosi menegaskan bahwa tuduhan dari Wako Asia tidak boleh dibiarkan begitu saja. Menurutnya, jika tidak ada sikap resmi dari PP KBI, NOC, maupun pemerintah, maka federasi internasional akan menganggap bahwa Indonesia menerima tuduhan tersebut.
“Ini menyangkut kehormatan bangsa. Jangan sampai kita difitnah dan diam saja. Kalau tidak ada dukungan penolakan, saya lebih baik mundur,” ujar mantan atlet nasional karate ini.
*Atlet Turun Tangan: Ultimatum, Seruan Keadilan, dan Kekecewaan pada Politik Olahraga*
Kisruh ini tidak hanya mengguncang Rosi—para atlet yang selama ini ia dampingi juga ikut bersuara lantang.
Toni Kristian Hutapea – Juara Asia Dua Kali dan Juara SEA Games asal
Atlet Sumut kelas -54kg ini menegaskan tidak akan melanjutkan karier jika sosok yang dianggap sebagai pembina moral mereka seperti disingkirkan.
