Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Qur’an, Rijal Rangkuty, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis telah dimatangkan, mulai dari pengaturan venue hingga penunjukan dewan hakim.
“Semua tahapan teknis sudah kita rampungkan, termasuk penetapan venue, alur acara, dan kebutuhan peserta dari 12 negara. Sebanyak 13 peserta telah lolos seleksi dan siap tampil di babak grand final di Jakarta,” jelasnya.
Pembukaan dijadwalkan pada 3 Desember 2025 di Hotel Sunlake, Jakarta Utara. Grand final juga akan berlangsung di lokasi yang sama, sementara penutupan digelar di Spike Airdome, PIK 2. Menteri Agama dan Ketua MPR RI dijadwalkan menghadiri penutupan, sedangkan Wakil Menteri Agama akan hadir pada pembukaan.
MHQ Internasional Disabilitas Netra mempertandingkan lima cabang hafalan, meliputi 30 juz dengan Matan Jazari, 30 juz tanpa Matan Jazari untuk putra dan putri, serta cabang 20 juz dan 10 juz. Dewan hakim terdiri atas tiga ulama Timur Tengah (Mesir dan Arab Saudi) dan dua ulama Indonesia.
Selain perlombaan, agenda ini juga akan diisi dengan Dialog Kerukunan Lintas Umat Beragama, Haflah Tilawatil Qur’an bersama qari internasional, serta pemberian apresiasi kepada tokoh dan lembaga yang berkontribusi pada pengembangan Al-Qur’an.
