IPOL.ID – Memasuki akhir tahun 2025, sejumlah program pembangunan yang akan dilakukan pada 2026 mulai dibocorkan orang nomor satu di Jakarta, Pramono Anung.
Meski mengalami penurunan, dari Rp91,86 triliun menjadi Rp81,32 triliun dikarenakan adanya pengurangan dari Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Pemprov DKI tetap optimis sejumlah persoalan di Jakarta masih menjadi fokus untuk ditanggulangi.
“APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, seperti penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Sabtu (27/12/2025).
Dikatakan Pramono, APBD Pemprov DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026, jauh di bawah nilai APBD Tahun Anggaran 2025 yang sebesar Rp91,86 triliun atau turun Rp10,54 triliun. Adapun penurunan APBD Pemprov DKI Jakarta tersebut terutama disebabkan turunnya Pendapatan dari Transfer Ke Daerah (TKD) yang dialokasikan oleh Pemerintah Pusat, dari yang sebelumnya Rp26,14 triliun di Tahun Anggaran 2025 menjadi hanya sebesar Rp11,16 triliun di Tahun Anggaran 2026. Penurunan terbesar pada alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang turun sebesar Rp14,79 triliun.
