“Dari hasil riset JIC dan Universitas Islam Jakarta ini. Kita harapkan stake holder, ulama dan tim pengajar agama di Jakarta harus lebih konsen dalam menggalakan kemampuan masyarakat membaca Al-Qur’an,” bebernya.
Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI itu memaparkan, hasil riset JIC dan UIJ mengedepankan metode
kualitatif, deskriftif dan etnografi. Dengan intrumen tes pembacaan Al-Qur’an, obsevasi, kuesioner dan wawancara pemahaman membaca Al-Qur’an. Riset dilakukan dalam waktu kurun waktu beberapa bulan dan menemui langsung masyarakat di masing-masing wilayah.
“Kesimpulannya terjadi diskualitas kemampuan membaca Al-Qur’an di masyarakat. Tentunya, dari hasil riset ini JIC akan menyampaikan pada pemerintah DKI Jakarta, Kanwil Departemen Agama dan para ulama. Agar kedepan, hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur’an, makhraj huruf dan memahami ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an,” tandasnya. (Sofian Ismanto)
