“Kegiatan ini tentunya sangat positif. Intinya kami semua peduli terkait dengan situasi dampak bencana alam, khususnya di Tapanuli Tengah,” ujar dia sebagaimana dikutip infopublik.id.
Selain menyediakan makanan dalam jumlah besar, kehadiran peralatan masak berukuran jumbo turut menghibur dan menarik minat para pengungsi yang menyaksikan langsung proses memasak.
Kegiatan Masak Besar itu menjadi wujud nyata kolaborasi antara TNI dan masyarakat untuk memperkuat dukungan bagi pengungsi, sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Berdasarkan data Posko Terpadu Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Kabupaten Tapteng per Minggu (7/12/2025) pukul 17.50 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 110 jiwa, korban yang masih dalam pencarian sebanyak 25 orang, dan total pengungsi tercatat 18.331 orang.
Sejalan dengan upaya penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah resmi memperpanjang status tanggap darurat selama dua pekan ke depan. Keputusan ini disepakati bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingat masih terdapat 19 wilayah yang terisolasi. Wilayah tersebut meliputi Simarpinggan, Pargaringan, Sialogo, Panjalihotan Baru, Danau Pandan, Muara Sibuntuon, Sibio-Bio, Bonandolok, Mardame, Naga Timbul, Rampah, Simaninggir, Desa Nauli, Bair, Aloban Bair, Mela Dolok, Tapian Nauli Saurmanggita, Sait Kalangan II, Hutanabolon, dan Sipange. (tim)
