Lebih dari sekadar pelatihan, RiseAble lahir dari keyakinan bahwa setiap individu termasuk penyandang disabilitas, memiliki kemampuan untuk berkembang ketika diberi akses, ruang, dan dukungan yang tepat. Selama tiga hari, para peserta dibekali pengetahuan dan skill yang dapat langsung diterapkan dalam usaha mereka, sehingga mampu mendorong kemandirian serta keberlanjutan bisnis.
“Inklusi merupakan salah satu bagian penting dalam mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia. Telkom berkomitmen untuk menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk kelompok disabilitas. RiseAble merupakan salah satu inisiatif dari kami untuk membuka ruang yang inklusif agar talenta disabilitas dapat tumbuh dan mengambil peran dalam ekosistem ekonomi digital,” ujar SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto.
Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), RiseAble tidak berhenti di pelatihan. Peserta nantinya akan terhubung ke pooling mitra, memungkinkan perusahaan dan publik untuk menjangkau produk maupun jasa karya UMKM disabilitas secara lebih mudah dan inklusif. Inisiatif ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 Decent Work and Economic Growth, yang menekankan pentingnya kesempatan kerja yang layak bagi semua kelompok masyarakat.
