“Kunci dari permainan hari ini adalah kepercayaan. Saya percaya pada Coach Deden dan seluruh tim. Sebaliknya, mereka memberikan kepercayaan penuh kepada saya untuk tampil dan itu yang membuat saya berani bermain lepas. Bisa mencetak dua gol di final dan membawa tim juara adalah kehormatan besar. Tapi ini bukan tentang saya saja, ini kemenangan seluruh tim. Kami sudah seperti keluarga, satu semangat untuk kampus dan kebanggaan bersama,” tutur Revaldo.
Sementara itu, pertandingan dramatis dan tensi tinggi terjadi di laga final putri. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang hanya berstatus semifinalis di fase regional Jakarta, sukses membuat kejutan besar dengan mengalahkan STKIP Pasundan Cimahi skor 2-1. STKIP Pasundan yang notabene adalah juara regional Jakarta mengalami antiklimaks meskipun mampu memperlihatkan kualitas mereka dengan kembali tembus ke final The Nationals.
Partai puncak putri Campus League Futsal The Nationals 2025 sempat menjanjikan banyak gol setelah tercipta dua gol cepat pada menit pertama yang diciptakan sang kapten UNJ, Azra Zaifa Kayla. Sedangkan respons cepat ditunjukkan STKIP Pasundan karena mereka hanya butuh satu menit untuk membuat papan skor kembali imbang 1-1 yang ditorehkan Sarah Davi Aulia.
Usai skor sama kuat, kedua tim sama-sama kesulitan untuk kembali menceploskan bola ke dalam gawang di sepanjang babak pertama dan babak kedua. Saat laga tampak akan berakhir dengan kedudukan imbang di waktu normal, UNJ berhasil membuat gol penentu kemenangan tepat satu menit sebelum wasit mengakhiri pertandingan yang dicetak Ade Flora Dwi Riyani.
“Saya melihat ada banyak tembakan yang mengarah ke samping gawang, jadi saya coba untuk mengisi posisi tersebut. Akhirnya bola datang juga dan langsung saya sambar. Alhamdulillah bisa jadi gol kemenangan. Di UNJ saya masih berstatus mahasiswa baru, jadi semoga tahun depan saya masih bisa kembali memperkuat tim UNJ mempertahankan gelar juara tahun depan,” kata Ade.
