Tidak hanya pengantin yang sudah melangsungkan resepsi, calon pengantin yang masih dalam tahap persiapan acara juga mengaku terdampak dan mengalami kerugian. Total, sekitar 230 pasangan melaporkan kasus ini dan membentuk grup WhatsApp untuk saling berbagi informasi serta menggalang dukungan hukum.
Situasi memanas ketika sejumlah korban mendatangi kediaman pemilik WO, Ayu Puspita, di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Aksi tersebut berujung ricuh hingga menyebabkan salah satu korban pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal membenarkan adanya ratusan warga yang mendatangi rumah terlapor. “Iya, Minggu siang, yang bersangkutan dibawa warga ke Polres,” Minggu (7/12/2025) malam.
Ayu Puspita sempat diperiksa selama empat jam oleh pihak kepolisian, namun dibebaskan kembali, memicu kemarahan para korban yang merasa penegakan hukum belum memberikan kepastian.
“Kami sudah rugi miliaran, tapi pelaku malah bebas begitu saja,” keluh salah satu korban.
Para korban kini berharap aparat penegak hukum segera memproses laporan mereka dan memberikan keadilan atas kerugian besar yang dialami. Kasus ini masih bergulir dan menjadi sorotan publik karena jumlah korban yang sangat besar dan dampak finansial yang signifikan. (Vinolla)
