Tuntutan kedua adalah penundaan penutupan TPA Suwung sampai tersedia TPA pengganti atau solusi lain sesuai undang-undang, seperti penerapan PSEL (Waste to Energy/WtE). Massa menilai, penutupan tanpa solusi yang jelas akan berdampak serius terhadap pengelolaan sampah di Bali.
Ketiga, Forum Swakelola Sampah Bali meminta perbaikan akses jalan di kawasan TPA Suwung yang dinilai mengalami kerusakan parah dan menghambat operasional armada pengangkut sampah.
Keempat, mereka menuntut pengaturan keluar-masuk armada sampah agar lebih tertib dan tidak saling menerobos, baik armada dinas, armada hibah, maupun armada swakelola, sesuai kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya di kantor wali kota.
“Kelima, bilamana tuntutan kami tidak menemui solusi dari pihak pemerintah, maka kami akan melakukan aksi demo damai ke kantor Gubernur dan Kantor DPRD Bali dengan membawa truk penuh sampah,” tegas Koordinator Forum I Wayan Suarta.
Aksi ini menegaskan kuatnya kegelisahan para pengelola sampah terhadap rencana penutupan TPA Suwung yang dinilai belum diiringi kesiapan infrastruktur dan solusi pengelolaan sampah yang memadai.(Vinolla)
