Koridor tersebut menjadi titik penumpang terbesar sehingga membutuhkan kedisiplinan jadwal, kehandalan armada, dan kesiapan kru.
Evaluasi pun harus dilaksanakan berkala untuk memastikan keandalan operasional dan menjaga ritme mobilitas masyarakat yang bergantung pada Trans Semarang.
Secara teknis strategi itu mencakup peningkatan koordinasi antarpool, penyesuaian manajemen headway, dan pendataan kebutuhan modernisasi armada pada koridor yang paling banyak menyerap penumpang.
Semua langkah tersebut, kata Agustina Wilujeng diarahkan untuk mendorong transformasi layanan Trans Semarang agar semakin responsif terhadap kebutuhan publik.
Wali Kota Semarang sekaligus menegaskan kembali bahwa pemerintah kota memberi dukungan penuh terhadap penguatan sistem transportasi publik.
Ia menilai modernisasi armada merupakan fondasi yang tidak dapat ditunda lagi. “Transportasi publik harus terus naik kelas. Trans Semarang harus jadi wajah layanan kota yang aman, layak, dan membanggakan warganya,” ujarnya.
Dengan peningkatan pengawasan teknis, penguatan kompetensi kru, penataan manajemen operasional, dan strategi khusus di koridor padat, Trans Semarang diharapkan mampu mempercepat modernisasi armada sekaligus menyempurnakan transformasi layanan.
