Ia menjelaskan, ada penurunan volume sampah pada perayaan malam Tahun Baru ini dibandingkan perayaan tahun sebelumnya yang menembus angka 132 ton.
Asep mengatakan, penurunan timbunan sampah tidak terlepas dari kebijakan pelarangan kembang api, kondisi cuaca serta konsep perayaan tahun baru yang lebih sederhana dan bermakna.
Dinas LH juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga wajah kota. Begitu pula dengan warga yang telah berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dengan mengurangi serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Kesadaran warga ini sangat membantu dan menjadi kunci terciptanya perayaan yang tertib, nyaman dan bersih,” katanya.
Asep menambahkan, perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta digelar dengan pendekatan reflektif melalui doa bersama sebagai wujud empati terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh.
“Semangat kebersamaan ini sejalan dengan upaya menjaga kebersihan, ketertiban dan nilai kemanusiaan di ruang-ruang publik Jakarta,” ujarnya. (far)

