“Kalau kita menua dengan sehat, insyaallah kita masih bisa menjadi manusia tua idaman: sehat, mandiri, dan bermanfaat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep sehat dalam Islam sejalan dengan regulasi kesehatan modern yang memandang kesehatan secara utuh, mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual. Karena itu, upaya menjaga kesehatan tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Sehat yang hakiki bukan sekadar tidak minum obat atau tidak dirawat dokter, tetapi kondisi sejahtera secara fisik, mental, sosial, dan spiritual,” jelasnya.
Terkait tema kajian, Agus mengingatkan bahaya perilaku mudah marah terhadap kesehatan. Menurutnya, marah dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan memicu gangguan serius pada jantung serta pembuluh darah otak.
“Marah dapat menurunkan antibodi, melemahkan sel kekebalan alami, dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke,” paparnya.
Ia menguraikan bahwa saat seseorang marah, hormon adrenalin meningkat, pembuluh darah menyempit, dan tekanan darah melonjak. Jika kondisi ini terjadi berulang, maka risiko pecahnya plak di pembuluh darah semakin besar dan dapat berujung pada serangan jantung maupun stroke.
