“Dalam bahasa kita, orang marah itu disebut ‘naik darah’, dan secara medis memang benar, tekanan darahnya naik,” ungkapnya.
Agus juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada informasi keliru terkait penanganan stroke yang banyak beredar, seperti mitos menusuk jari atau telinga.
“Stroke adalah masalah di otak. Menusuk jari hanya akan membuang waktu emas. Yang paling penting adalah segera membawa pasien ke rumah sakit, idealnya kurang dari tiga jam,” tegasnya.
Diakhir, Agus mengajak peserta untuk menjadikan nikmat sehat sebagai sarana memperkuat ibadah dan pengabdian sosial.
“Badan sehat harus diiringi ibadah yang semakin hebat. Itulah bentuk syukur yang sesungguhnya atas nikmat kesehatan,” pungkasnya. (ahmad)
