“Yang pasti badan saya, mental saya, pikiran saya harus saya kondisikan lagi. Karena besok akan menjadi partai yang berat. Saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Alwi soal laga final.
Alwi bermain dengan didukung satu Istora yang bergemuruh. Usai kemenangannya hari ini, Alwi menyampaikan apresiasinya kepada supporter.
“Terima kasih buat masyarakat yang tadi sudah datang. Ada drum-nya, ada anak kecilnya, ada orang tuanya, ada ibu-ibu, kakek-kakek, nenek-nenek semuanya, thank you. Mungkin kata makasih saja enggak cukup. Jangan lupa dukung dan doakan tim Indonesia khususnya buat hari ini dan besok,” kata Alwi.
“Selalu merinding ketika dengar crowd bergemuruh memanggil nama saya. Saya selalu merinding. Tidak pernah terbayangkan. Dulu tahun 2018 saya masih nonton a Ginting (Anthony Sinisuka Ginting) juara di sini. Sekarang delapan tahun kemudian, saya bisa berada di partai final. Tidak ada di dalam benak saya,” jelas Alwi, peraih medali emas tunggal putra SEA Games 2025.
Indonesia masih punya kesempatan menambah wakil ke final lewat ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta dua ganda putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.
