Selain merendam permukiman, material banjir bandang juga menutupi badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dengan Kota Bukittinggi. Akibatnya, akses jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
BPBD Kabupaten Agam bersama instansi terkait telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan lumpur dan bebatuan yang menutup jalan agar akses transportasi kembali normal.
Menurut Abdul Ghafur, banjir bandang dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (31/12/2025) malam. Hujan deras menyebabkan material sisa longsoran di hulu sungai terbawa arus dan memicu luapan sungai.
Ia menambahkan, kejadian serupa sebelumnya juga telah beberapa kali terjadi di kawasan Pasar Maninjau. Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai serta para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau warga untuk segera mengungsi jika terjadi hujan deras dan mendengar tanda-tanda alam seperti gemuruh dari hulu sungai, serta menghindari melintas di wilayah terdampak,” pungkasnya.(Vinolla)
