“Diduga korban tidak menyadari keberadaan saluran irigasi tersebut karena tertutup banjir. Ketiganya terpeleset dan tenggelam,” jelas Taufik, Kamis (22/1/2026).
Warga yang mengetahui kejadian itu segera melapor dan berusaha memberikan pertolongan. Petugas BPBD bersama warga setempat langsung melakukan pencarian dan evakuasi. Namun, takdir berkata lain. Dua bocah tersebut tak tertolong meski sempat diberikan pertolongan pertama di lokasi.
Tragedi ini menambah daftar panjang risiko yang mengintai anak-anak di wilayah terdampak banjir. Diketahui, banjir di kawasan Cikande telah terjadi sejak Senin (12/1/2026) dengan ketinggian air sempat mencapai sekitar dua meter. Meski air mulai surut sejak Sabtu (17/1/2026), sejumlah titik masih menyisakan genangan yang berbahaya.
BPBD Kabupaten Tangerang pun mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area banjir yang menyimpan risiko tersembunyi seperti saluran air, lubang, dan arus deras.
“Kami harap kejadian ini menjadi perhatian bersama. Banjir bukan hanya soal genangan, tetapi juga potensi bahaya yang mengancam keselamatan, khususnya anak-anak,” pungkas Taufik.(Vinolla)
