Sementara itu, pemimpin putaran pertama Hwang Yeonseo (KOR) harus merelakan posisinya setelah bogey di hole akhir membuatnya turun ke kelompok T3 dengan total 136 (8-di bawah-par). Ia kini sejajar dengan enam pegolf lain dari Taipei, Jepang, Filipina, dan Korea Selatan, menandai ketatnya persaingan menuju hari terakhir.
Kejutan menyenangkan datang dari pegolf amatir Thailand, Prim Prachanakorn. Juara Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2025 itu tampil konsisten dengan skor 66 di putaran kedua untuk total 135 (9-di bawah-par). Selain berpeluang mencuri gelar juara umum, Prim juga berada di jalur terdepan untuk menyabet predikat low amateur turnamen ini.
Dari kubu tuan rumah, Kristina Natalia Yoko masih menjaga asa bagi profesional Indonesia. Ia menutup putaran kedua dengan 70 (2-di bawah-par) dan mengoleksi total 138 (6-di bawah-par), menempatkannya di posisi T9. Tertinggal empat pukulan dari pimpinan klasemen, Yoko menatap putaran final dengan optimisme.
“Tekanan pasti ada, tetapi saya bersyukur masih bisa merasakan tekanan seperti ini. Itu juga sebuah privilege. Kita lihat besok,” kata Yoko.
