Ia lantas membeberkan perlakukan tidak menyenangkan yang dialami Manajer dan atlet Kickboxing Indonesia di SEA Games 2025.
“Manajer yang dikirim itu Rosi (Rosi Nurasjati-red) tiba-tiba baru sampai di Tailan disuruh pulang,” bebernya.
“Kemudian atletnya merasa bahwa dia tidak diberikan sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena mereka punya prinsip bahwa dicurangi,” imbuhnya.
La Tinro pun mempertanyakan kenapa tidak ada yang melakukan protes terhadap perlakuan tidak menyenangkan yang dialami Manajer dan dugaan kecurangan yang terjadi pada atlet Kickboxing. Padahal banyak unsur dari Indonesia yang datang ke SEA Games 2025.
“Banyak yang datang. Ada tim kita di sana tidak ada yang melakukan protes untuk itu. Bahwa atlet kickboxing kita atas nama Jerni dicurangin itu melakukan protes,” tuturnya.
“Bahkan untuk pergi di hotel mereka dijaga dengan polisi karena manajer harus pulang dalam waktu satu kali di 24 jam. Dan anehnya tidak ada seorang pun yang melakukan upaya pengurus, pelatih ataupun yang ikut dalam rombongan itu protes terhadap negara Tailan ini,” tambahnya.
