“Kami mencoba untuk lebih yakin, tidak buru-buru, karena kan jauh banget lawan mengejar sampai poin 19. Beberapa poin mereka dapatnya dari kesalahan-kesalahan kami. Kami lebih tenang lagi, kalau sudah enak mainnya, jangan melakukan kesalahan sendiri,” kata Indah.
“Rasanya gemes gitu, maksudnya kan tinggal satu poin lagi lho,” tambahnya.
Semifinalis Hong Kong Open 2025 ini mengakui bahwa bermain di bawah tekanan memang tak mudah hingga sulit memanfaatkan keunggulan mereka.
“Ketika lawan menyusul, kami sempat panik juga sebenarnya. Kami saling mengingatkan dan menenangkan,” sebut Adnan.
Di babak perempat final, Adnan/Indah akan berhadapan dengan unggulan kedua dari China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.
“Di perempat final besok, kami harus main lebih safe dan lebih yakin dengan permainan kami. Rotasi permainan juga harus berjalan,” ujar Indah.
Adnan/Indah berharap bisa tampil konsisten agar rangking mereka bisa tembus Top 10 dunia. (bam)
