“Sudah lama juga tidak juara di Indonesia. Terakhir ya saya pribadi di 2022 ya (bersama M. Rian Ardianto), jadi memang sudah tiga tahun lamanya tidak juara di Istora. Sekarang saya bersama Fikri ingin menjadi juara di sini,” imbuhnya.
Di babak kedua, Fajar/Fikri berharap bisa jumpa dengan rekan senegara, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Dengan catatan, Leo/Bagas harus memenangkan laga melawan wakil Chinese Taipei, Zhi-Wei He/Huang Jui-Hsuan, di babak pertama.
Jika kedua pasangan ini bertemu, maka ganda putra Indonesia sudah mengamankan satu tiket perempat final.
“Semoga berhadapan dengan Leo/Bagas ya. Pasti ada untung dan ruginya kalau ketemu teman sendiri. Ruginya karena salah satu wakil Indonesia pasti gugur. Tapi untungnya, sudah ada wakil yang pasti masuk ke babak delapan besar,” kata Fajar.
Soal aturan baru Time Clock yang sudah diterapkan di Daihatsu Indonesia Masters 2026, Fajar/Fikri merasa aturan ini tidak terlalu mereka rasakan dampaknya.
“Mungkin di ganda putra ini (tempo permainannya) cepat ya. Cepat permainannya dan jarang reli. Jadi memang nggak sampai 25 detik juga pasti sudah siap lagi. Kecuali sektor lain, ganda putri misalnya yang sampai 200 pukulan,” kata Fajar.
Bertanding di Istora dan didukung oleh supporter yang sudah mulai ramai di hari pertama, Fajar/Fikri merasa bersyukur karena bisa menambah motivasi mereka.
