Ia menambahkan turnamen kali inin dikemas sebagai pesta rakyat yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan disediakannya beragam aktivitas dan hiburan menarik bagi para pengunjung yang terbuka untuk umum. “Selain menghadirkan pertandingan bulutangkis kelas dunia, kami juga menghadirkan beragam pengalaman yang menarik, semua gratis, terutama di luar arena yang bisa dinikmati oleh siapapun bahkan oleh mereka yang tidak punya tiket sekalipun,” katanya.
Melalui konsep ini ia berharap keluarga, komunitas pecinta badminton dan generasi muda dapat merasakan langsung euphoria bulutangkis serta atmosfer pertandingan khas Istora Senayan.
Terkait kebangkitan jumlah penonton, harus diakui tren lima tahun terakhir (2022–2026) terutama pasca covid mengalami peningkatan. Di 2022, kembalinya penonton ke Istora jadi sorotan setelah adanya pembatasan karena pandemi.
Tahun 2023, Istora mencatat kapasitas kembali 100 persen dan antusiasme tinggi. Pada 2024 sempat diberitakan ada kursi kosong pada hari-hari awal. Namun pada 2025 dan 2026, penonton kian bertambah. Tak hanya itu, angka partisipasi atlet juga cukup tinggi. Hal ini juga diiringi dengan peningkatan total hadiah mencapai sekitar Rp8,4 miliar. Jumlah ini naik dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 total hadiah tercatat Rp7,1 miliar dan 2025 sebesar Rp7,5 miliar.
