Beberapa perwakilan sponsor mengatakan bahwa Indonesia Masters bukan sekadar soal branding. Namun juga sebagai platform untuk menyentuh publik luas dan mendukung ekosistem lokal. Menurut mereka, kolaborasi dengan bank dan korporasi memudahkan transaksi digital di booth-UMKM dan memperbesar efek multiplikator ekonomi acara.
Dari sisi pengalaman penonton, perbandingan ke tahun-tahun sebelumnya menunjukkan perbaikan nyata di aspek kenyamanan: antrean masuk lebih rapi, fasilitas penunjang (toilet, area istirahat) lebih terjaga, dan akses ke layar pertandingan di luar area utama membuat yang tidak punya tiket tetap “nempel” dengan acara. Kritik yang muncul pada 2024 soal beberapa sesi yang kurang penuh terlihat ditangani dengan strategi promosi dan paket tiket yang lebih fleksibel.
Pada akhirnya, Indonesia Masters 2026 tampil sebagai paket lengkap, yakni kompetisi kelas dunia yang tetap menjaga nuansa lokal. Istora kembali menjadi ruang publik yang hidup: tempat para penggemar dan atlet menyatu, UMKM mendapat panggung, dan penyelenggara serta sponsor berupaya membuat akses serta pengalaman penonton semakin ramah. (tim)
