Ia menambahkan bahwa tekanan dari Fajar/Fikri membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. “Jadi kurang bisa mengantisipasi. Di gim kedua poinnya cukup ketat, kita juga sempat tertinggal terus,” lanjutnya.
Joaquin juga mengakui masih melakukan sejumlah kesalahan sendiri sepanjang pertandingan. Namun, ia berusaha terus memotivasi diri dan mendapat dukungan penuh dari Raymond sebagai pasangannya.
“Sampai gim terakhir pun masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Jadi saya hanya memotivasi diri sendiri untuk terus maksimal, dan partner saya juga terus menyemangati,” ucapnya.
Memasuki gim kedua dan ketiga, Raymond/Joaquin tampil lebih berani dan agresif. Joaquin menyebut dirinya dan Raymond bertekad bermain habis-habisan, mengingat Fajar/Fikri juga menunjukkan permainan dengan intensitas tinggi.
“Karena kita habis-habisan, mereka pasti juga sama. Jadi kita maunya habis-habisan sekalian saja, dan puji Tuhan bisa menyelesaikannya,” tutur Joaquin.
Hal senada disampaikan Raymond. Ia menilai permainan mereka sudah berjalan sesuai rencana, terutama setelah mampu memperbaiki kesalahan yang terjadi pada gim pertama.
