“Semua institusi dan dunia saat ini sangat cair. Kita menghadapi gejolak sosial, perang, hingga krisis ekonomi global. Dalam dunia yang bergejolak, kita membutuhkan relevansi, bukan sekadar konsistensi,” ujar Budiman.
Menurutnya, gerakan seperti GACi harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, terutama dalam isu-isu mendasar seperti akses pendidikan berkualitas, pendidikan, agraria, dan keadilan sosial.
“Indonesia harus siap dengan cetak biru pembangunannya. Seluruh intelektual di GACi harus bersatu dengan akar rumput. Bersama BP Taskin, kita rumuskan pembangunan bangsa yang benar-benar sejalan dengan Asta Cita Presiden,” tegasnya.
Melalui kick-off ini, GACi menegaskan komitmennya menjadi jembatan antara visi strategis negara dan realitas sosial di lapangan. Dengan mengedepankan relevansi, inovasi, dan kolaborasi, GACi diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mengawal arah pembangunan nasional ke depan.
Acara kick off dihadiri sejumlah tokoh nasional, kalangan intelektual, serta pegiat masyarakat sipil. GACi diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi antara pemikiran strategis dan gerakan akar rumput dalam menjawab tantangan pembangunan nasional yang kian kompleks. (tim)
